Setapak demi setapak ku laluiJalan menyusur, curam dan terjal
Menggapai hasrat tak tentu pasti
kucoba temukan apa yang tak ku kenal
di dalam dilema hidup yang tak kunjung larut
Ku sangka pasti nyatanya ilusi
kuduga fakta ternyata fana
Gila dunia hantam insan merana
Dalam dekap rindu membahana
Pada sang pembawa nestapa
Kesana kemari tak ku dapati
Secuil harap pun kini tlah pergi
Ku tertatih-tatih langkahkan kaki
menuju tempat tak terbayang tak terkenang
Hilang, lenyap, dalam ngap-ngap kepalsuan
Kepalsuan yang tak tergantikan oleh lumatan kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar